Sunday, 7 January 2018

Monopoli Ekonomi

Penjajahan gaya baru yang kita kenal sebagai Globalisasi itu membuat banyak pengontrol dan pengelola ekonomi dunia melakukan menopoli ekonominya sendiri dan bahkan sistem monopoli yang demikian ini sudah masuk kesemua elemen dan lapisan masyarakat. Misalnya dalam kasus perdagangan yang ada Aceh maka jauh dari sistem yang bergelut di daerahnya yaitu syari'at islam.

"Jika tidak suka dengan syari'at islam.. Silahkan anda keluar dari bumi serambi mekkah"
Pesan kesan ini memang menarik dan juga mempunyai pesan tersirat di dalamnya yang mengajak masyarakat untuk selalu mendukung dan menghormati norma-norma dan adat yang ada di bumi serambi mekkah.

Numun bukan disitu masalahnya karena masyarakat Aceh sendiri sangat menerima dengan diterapkannya syariat islam. Tetapi sistem ekonomi yang ada di Aceh amat sangat jauh dengan proses syariat islam. Walaupun banyak lembaga-lembaga yang ada di Aceh mengatas namakan islam dibalut dengan narasi syariah.

Teori baru tentang monopoli ekonomi mulai menggiurkan dan banyak diminati oleh masyrakat Aceh misalnya seperti pembukaan kredit, simpan pinjam dan pegadaian. Bahkan mereka sering mempromosikan iklan di media-media dengan mengatakan mengatasi masalah tanpa masalah.

Sebenarnya sistem ini adalah adalah masalah baru jika kita kaitkan dengan syariat islam. Mengapa demikian? Karena islam sendiri sangat tidak menganjurkan dengan perlakuan kredit monopoli seperti yang berlaku di Aceh sekarang ini. Sebagai contoh ngutang seribu, bayar dua ribu. Dan hal demikian ini terus saja di praktikan oleh masyarakat sendiri hingga sekarang ini.

Sistem Kredit Hutang Piutang sebenarnya sudah duluan diatur oleh syariat islam. Tetapi hal ini tidak berlakukan di Aceh. Entah dimana salahnya atau memang pengaturannya segaja tidak di berlakukan. Itu jika kita lihat dalam sistem ekonomi pasar modal. Kredit dapat dilakukan dengan sangat mudah tetapi tidak memudahkan. Namun kesemua itu tetap dalam kontek narasi awal yaitu syariah. Entah dimana syariahnya. Mungkin hanya namanya saja.

Dan bila kita telusuri lagi sampai masuk dalam ranah masyarakat di pasaran tradisional maka permasalahan lain lagi kita temukan. Mungkin ini sudah menjadi rahasia umum tapi masyarakat mengabaikannya tentang persoalan ini.

Masyarakat dagang sekarang ini hanya pandai dalam bidang berselintir lidah untuk selalu membuat dangannya laku. Artinya sang juragan membohongi petani dengan membeli punya mereka dengan harga murah. Dan menjual kepasaran dengan laba dua kali lipat. Memang mencari laba tapi inilah yang dinamakan sistem monopoli, begitu juga den gan perberhentian mobil barang di tengah jalan dan menaikan harga barang sesampai ke pasaran. Itu monopoli.

Jika dari petani sang jurangan selalu membeli dengan harga murah dan menjual kepasaran dengan harga yang mahal. Jika sang petani mencoba untuk menjual dengan sendirinya tetapi hal ini selalu tidak kesampaian. Karena selalu di cegah dan dicegah.

Masyarakatpun tidak pernah mengeluh dengan yang demikian itu karena masyarakat sendiri jika tidak membeli tidak ada barang karena alasannya mereka membutuhkan. Jika kita lihat lebih dalam lagi maka masih banyak lagi proses-proses monopoli ekonomi yang dilakukan namun alasannya saja dilunturkan sedikit dengan istilah-istilah atau narasi-narasi baru. Semoga.

Wednesday, 3 January 2018

Di MedSos Banyak Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Seiring dengan berkembangnya komunikasi dan teknologi maka kehadiran sistem informasi menghadirkan berbagai cara yang di sajikan untuk memudahkan implementasi bagi masyarakat. Disamping itu bisa kita lihat secara jelas bagaimanan informasi ini disajikan. Apalagi bila digelut dan digabungkan dengan media sosial tentunya akan sangat peminat untuk memgetahui apa yang sedang terjadi.

Di media sosial itu sendiri seperti facebook dan twitter tentu tidak sepi-sepinya dari pengunjung dan pengguna yang selalu online. Kita bisa saja melihat, mencari dan mengamati tentang semua yang sedang berkembang sekarang ini. Tetapi banyak hal yang luput dari amatan kita serta terlewatkan dari pandangan kita maka inilah yang patut kita perhatikan apakah mereka sebenarnya mereka lakukan.

Kita tidak perlu membahas tentang forum-forum yang besar dan media online lain. Cukup saja amatan kecil yang sering kita kunjungi yaitu facebook. Karena disini banyak berkumpulnya orang-orang di seluruh dunia dan orang-orang kita sebagai pengguna terbanyak.

Sebagai contoh kita melihat, misalnya sebuah halaman fun pages penggiat berita yang viral ataupun non viral, maka disitu kita akan mendapatkan banyak komentar dari netizen yang mendukung atas tindakan mereka dan juga banyak yang menolaknya. Sehingga banyak yang melontar kata-kata bijak dengan nada yang tidak enak kita dengarkan.

Biasanya jika yang banyak pendukungnya itu merupakan dari hembusan berita yang tidak enaknya. Dengan katalain banyak faktor buruknya itu banyak dukungan. Dan dukangan ini bisa kita lihat mulai dari anak-anak, dewasa dan orang tua. Misalnya seperti informasi melegalkan miras(ini contoh saja) itu banyak dukungannya.

Ini tidak kita kaitkan dengan faktor agama ataupun kepercaya. Jika memasukan faktor agama. Saya rasa tidak ada agama yang menghalalkan dan mengajarkan ummatnya untuk mabuk-mabukan.

Tidak jauh dari kosekuensi yang demikian itu kita bisa melihat dari faktor ini tentang legalnya miras, ini akan menjadi awal dari semua permasalahan dan akan menimbulkan masalah baru karena akan merusak generasi. Merusak moral, merusak norma-norma yang ada dan merusak etika-etika dari setiap penikmatnya.

Generasi dewasa akan menemukan masa tuanya dan genarasi yang tua akan menemukan ajalnya. Yang menjadi masalah adalah anak-anak yang masih mempunyai masa yang panjang untuk menikmati barang haram tersebut sehingga mereka dapat mempora-porandakan semua aturan yang sudah tersusun rapi dan bijaksana itu.

Dan masalahnya tidak hanya disitu saja, masalah lain juga akan menimbulkan efek, setiap harinya sempoyongan, masuk selokan, mabuk-mabukan begitukah calon pemimpin.

Dan halnya lagi dengan muda-mudi yang rela dengan kehidupan bebas ala binatang. Tentu ini nantinya akan menjadi sebuah tantangan baru harus dijalani karena miskinnya sikap, etika dan norma dalam bermasyarakat, sosialisasi tidak diperuntukan lagi. Maka kebebasan ala binatang akan menjadi kebudayaan dalam kehidupan ini. Kriminalisme, premanisme, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan tentu saja akan ada setiap hari dan setiap jamnya.

Jika tujuan dari kehidupan ini hanya ingin memghancurkan. Akan sangat mudah dilakukan. Tetapi kehancuran ini akan selalu saja membawa efek bagi setiap orang baik bagi sang pembuat kehancuran apalagi si penerima ulah tindakan mereka.

Jika hidup sekedar hidup, maka kera di rimba juga bisa hidup. Dan jika bekerja sekedar bekerja, maka kerbau diladangpun juga bisa bekerja.

Sunday, 31 December 2017

Keistimewaan Taat Kepad Allah SWT


Keistimewaan Taat Kepad Allah SWT

Dikisah bahwa ada seorang pemuda dari bani israil telah lama menderita penyakit parah. Lalu ibunya berjanji, jika Allah SWT menyembuhkan penyakit anaknya, ia akan dikubur hidup-hidup selama tujuh hari. Kemudian Allah SWT berkenan menyembuhkan penyakitnya, tetapi dia tidak kunjung menepati janjinyaLalu seorang datang dalam mimpinya dan berkata. "Tepatilah janji mu agar kau tidak di timpa musibah yang berat dari Allah SWT".

Esok harinya, ia memanggil putrannya dan memceritakan apa yang terjadi semalam. Ia memerintahkan putrannya untuk menggali sebuah lubang dan menguburnya. Maka dilaksanakan perintah tersebut oleh anaknya. Ketika masuk kedalam kubur, ia berkata, "Wahai Tuhanku! Aku telah menggerahkan kesungguhan dan kemampuanku dan telah menepati janjiku. Maka jagalah aku dalam kubur ini dari berbagai keburukan." lalu anaknya menimbunnya dengan tanah dan pergi.

Tak lama kemudian melihat sebuah cahaya terang dan sebuah lubang dari arah kepalanya. Dan dia melihat kedalamnya terdapat dua orang wanita berada disebuah taman. Kedua wanita tersebut memanggilnya, "Wahai ibu, masuklah! Lalu lubangnya semakin membesar dan ia menuju ke arah mereka berdua. Di dalam taman tersebut terdapat telaga yang jernih dan mereka duduk di tepi telaga tersebut. Iapun menghampiri dan dia duduk disampingnya seraya mengucapkan salam. Akan tetapi mereka tidak membalasnya.

Ia berkata," apa yang membuat kalian berdua tidak membalas salam ku, pada hal kalian bisa berbicara? "
Mereka menjawab," Sesungguhnya salam adalah sebuah ketaatan dan kami tercegah dari hal itu. "

Pada saat ia duduk disamping keduanya, tiba-tiba datang seekor burung. Seekor hinggap di kepala salah seorang wanita itu sambil mengepak-ngepak kedua sayapnya, dan seekor lagi hinggap di kepala wanita yang lain sambil mematuki kepalanya.

Ia bertanya kepada wanita yang pertama," Bagaimana kau memperoleh kemuliaan ini? " ia menjawab," Didunia aku mempunyai seorang suami dan aku mematuhinya. Dia merelakan kepergian ku dari dunia, maka Allah SWT menganugerahkan keistimewaan ini kepdaku.

"Dan bagaimana pula kau memperoleh siksa ini?" ia bertanya kepada wanita yang kedua. Dijawabnya, "Di dunia aku mempunyai seorang suami dan aku tidak pernah mematuhinya. Dan dia pun tidak merelakan kepergian ku dari dunia. Dan sangat membenci ku, sehingga Allah SWT menjadikan kuburanku sebagai taman atas kebaikan ku dan siksa atas kebencian suami ku. Aku mohon kepada mu jika kau kembali kedunia nanti mintalah kepada suami ku agar ia mau memberikan syafa'at untuk ku dan semoga ia merelakan ku."

Setelah tujuh hari lamanya, mereka berkata, "bagun dan masuklah kembali ke kubur mu, karena anak mu telah datang mencari mu!" 
Iapun kembali masuk ke dalam kuburnya dan anaknya menggali serta mengeluarkan ibunya dari kubur. Lalu mereka berdua pulang kerumah.


Lalu tersiar kabar bahwa ia telah meninggal dikarenakan janjinya itu, lalu masyarakat berbondong-bondong datang ke rumahnya untuk berziarah. Salah seorang mereka yang datang adalah suami dari wanita yang tadi meminta syafa'at. Ia lantas menyampaikan amanat wanita tersebut dan akhirnya sang suami sudi memaafkannya.

Pada suatu malam ia bermimpi melihat wanita tersebut dan berkata, "Berkat bantuan mu, aku telah terbebas dari siksaan. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni dan membalas mu dengan kebaikan.

 
Source : Kisah Orang Shaleh & Thaleh

Friday, 29 December 2017

LGBT dan Propaganda Dunia


LGBT dan Propaganda Dunia

Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan kehadiran sosok yang disebut dengan kaum LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) yang muncul dikalangan  masyrakat yang  sedang kontroversi terkait dengan kelompok ini. LGBT ini merupakan suatu kelompok manusia yang memiliki gangguan mental psikologi seksualitasnya yaitu prilaku menyimpang dengan suka pada laki-laki sama laki-laki, perempuan suka sama perempuan bahkan sekarang ini banyak diantara mereka yang melangsukan pernikahan sesama jenis dan bahkan di lindungi oleh beberapa negara didunia ini.

Dengan alasan kemanusiaan maka binatang LGBT ini mempunyai tempat yang spesial dibeberapa negara didunia yang memasukan mereka dalam ketegori binatang dilindungi. Pada dasarnya hewan purba ini dikategorikan dalam kelompok manusia. Karena prilaku sikap dan tabiatnya sama seperti manusia. Dan ada di beberapa negara didunia mereka itu dimasukan dalam kategori manusia namun banyak juga negara-negara di dunia yang memasukan mereka dalam kategori lebih tua dari binatang.

Binatang LGBT dan Propaganda dunia ini sangat mewabah, mereka itu bagaikan virus yang sangat cepat menyebar dan sangat berbahaya. Jika kita telaah lebih dalam lagi tentunya kita akan menemukan-menemukan kejanggalan demi kejanggalan dalam kehidupan mereka. LGBT bukanlah perkara yang baik. Mereka itu selalu menyusahkan masyarakat mulai dari hidupnya hingga sampai di mati.

Sebenarnya LGBT ini merupakan bentukan atau kaum yang dilindungi oleh PBB dan ditangani langsung UNFE, sebuah lembaga yang yang mempromosikan kaum LGBT ini. Dan kita bisa melihat langsung pada halam www.unfe.org yang sengaja mempromosikan tentang keberadaan mereka. Tugas mereka ialah mempromosikan gaya hidup Lesbian, Gey, Biseksual dan Transgender bukan melindungi hak azazi mereka justru memperburuk keadaan dan membuat suasana semakin keruh.

PBB sendiri teleh meluncurkan dana triliunan rupiah untuk mempromosikan mereka di indonesia. Yang sebenarnya promosi itu tidak di indonesia saja melainkan dinegara-negara berkembang lainnya di dunia. Ketika kaum ini yang disebut dengan binatang LGBT mendapatkan tempat spesial dari PBB maka kaum ini semakin menjadi-jadi bahkan penganutnya semakin lantang melakukan kegiatan-kegiatan mereka. Dengan kata lain bisa kita katakan mereka itu adalah di peralat secara khusus oleh UN lembaga tertinggi didunia.

Tujuan dari promosi dan dukungan PBB untuk kaum LGBT ini adalah untuk menghentikan populasi dunia, agar ras manusia tidak lagi berkembang. Karena proses kesemua itu hanyalah bagian kecil dari terbentuknya New World Order (NWO) tatanan dunia baru. Tatanan dunia baru ini hanya mengizinkan penduduk dunia dibawah taraf 500 juta jiwa diseluruh dunia. Jadi masih begitu banyak ras manusia dan orang miskin harus dimusnahkan supaya tercapainya dunia baru.

Anda boleh saja tidak percaya dan boleh saja beranggapan itu hanyalah fiktif, tetapi nyatanya anda ataupun kita menurut mereka itu adalah ras buangan, nyawa anda itu tidak ada artinya baginya mareka. Dan mereka hanya melindungi kaum mereka sendiri, yaitu kelompok NWO itu saja dan HAM itu hanyalah omong kosong yang dijadikan alasan untuk memuluskan tujuan mereka. Termasuk LGBT ini yang akan dimusnahkan ketika tujuan mereka itu dicapai. Masih maukah negara kita atau ada keluarga kita yang terjangkit dengan penyakit yang disebarkan melalui virus LGBT ini, semoga saja tidak.

Permulaan Kata Awal Segalanya


Bissmillaahirrahmaanirrahiim

Permulaan Kata Awal Segalanya

Segala Puji bagi Allah yang telah memberikan nasehat kepada hamba-Nya yang telah diberikan taufik. Selawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada janjungan kita Nabi Muhammad SAW yang diberikan sifat dengan segala kesempurnaan. Dan mudah-mudahan juga tercurah kepada keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang benar-benar mengikutinya untuk menyebarkan pengetahuan dan istimewaan yang tiada tara serta yang selalu menjaga kelembutan-kelembutan dan faedah-faedah yang jarang dimiliki oleh orang lain. Mudah-mudahan juga kebaikan selalu menyertai para pengikutnya di setiap waktu dan kesempatan.


Selanjutnya, kitab yang kecil bentuknya tetapi berlimpah ruah manfaatnya, mudah-mudahan di pahami, keindahan dan lembaran-lembarannya memancar membelah langit ini mencakup kisah-kisah yang lembut dan mengagumkan. Ungkapan-ungkapan yang brilian, tinggi dan semerbak harum keindahannya, kelangkaan yang menakjubkan dan penuh faedah serta anekdot yang asing inu adalah karya seorang ustadz yang cendikiawan, tempat lautan tinta, sempurna pemahamannya, memiliki semua kemuliaan serta pandai dalam memecahkan segala macam masalah. Beliau adalah Syaikh Syihaabuddiin Ahmad bin Salamah Al Haufi Al Qulyubi Al Mishri yang telah sempurna kemuliaannya dan tidak pernah hilang.

Mudah-mudahan Allah selalu memberikan balasan berkat kemuliaan dan kebaikannya. Mudah-mudahan Allah menepatkannya di dalam syurga yang sangat luas dan menurunkannya kepada kita dengan keberkahannya. Dan Allah SWT sebaik-baik penolong dan wakil kita, kepada-Nyalah kita akan kembali dan Dialah Yang Maha Mengetahui akan kebenaran. Amin


Source : Kisah Orang Shaleh dan Thaleh

Kata Sambutan Pengantar Penerjemah


Kata Sambutan Pengantar Penerjemah

" Semua yang kami kisahkan kepada engkau tentang sebagian cerita para rasul, semoga dapat memperteguh hati mu di samping memperoleh kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang beriman". Dari ayat ini dapat diambil suatu i'tibar(pelajaran) bahwa dalam sebuah cerita itu dapat memberikan suatu pelajaran yang sangat berharga bagi semua orang. Baik cerita itu tentang para nabi maupun orang-orang biasa yang diberikan kelebihan. Selain itu tidak juga cerita itu berisi tentang kelebihan dan kemuliaan seseorang, akan tetapi juga tentang orang-orang yang mendapatkan siksa atau bencana akibat dari perbuatannya sendiri. Inilah mungkin yang melandasi penulisan dalam kumpulan-kumpulan cerita dalam sebuah buku.

Namun buku yang berjudul an-nawadir ini memiliki keunikan tersendiri, sebab cerita-cerita di dalamnya sangatlah jarang ditemukan dalam buku-buku cerita yang beredar selama ini. Tentu saja cerita-cerita ini bukan hanya untuk menjadi tontonan atau penghibur hati, seperti halnya kita membaca buku-buku yang di dalamnya terdapat pemegang peran utama yang tidak pernah terkalahkan, melainkan untuk dijadikan suri teladan bagi kehidupan kita dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Selain itu juga, cerita-cerita yang ada di dalam buku ini sangat bermacam-macam variasi, dari cerita-cerita tentang nabi, raja, wali-wali Allah, para suffi dan orang-orang biasa yang memiliki kelebihan dan keanehan serta bisa juga kelemahan. Kelebihan ataupun keutamaan yang di miliki tentunya agar kita dapat mengikutinya agar mendapat kebahagiaan dunia akhirat, sedangkan kelemahan ataupun yang sejenisnya agar kita berhati-hati mengintropeksi diri agar lebih baik.

Cerita adalah salah satu metode yang dapat di terapkan untuk menanamkan nilai luhur pada diri seorang dengan mudah. Sebab secara tidak langsung, selain menghibur juga bisa mendidik orang yang membaca maupun yang mendengarkannya. " Maka ambillah pelajaran terhadap apa yang kamu lihat dan apa yang kamu dengar wahai orang-orang yang berfikir."

Hanya kepada Allah lah penerjemah mengucapkan puja dan puji syukur, karena berkat taufik dan inayah-Nya penerjemah dapat menyelesaikan proses alih bahasa ini, yang nanti bermanfaat bagi orang-orang yang mengambil pelajaran. Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, para tabi'in dan tabi'it tabi'in sampai hari kiamat nanti Amin.

Penerjemah :
Ayub Mursalin, S.Ag 
Muhammad Zidny


Source : Kisah Orang Shaleh & Thaleh

Wednesday, 27 December 2017

Alhamdulillah Ya Allah, Terima Kasih Untuk Hari Ini


Alhamdulillah Ya Allah, Terima Kasih Untuk Hari Ini

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dan semuanya berlalu. Berawal dari kemarin siang aku sendirian duduk dikamar menatap komputer sambil jeri ku berjalan dan sesekali aku gerakan mouse ke kiri dan kenan. Dengan perasaan tidak tenang dan rasa hati gundah semuanya harus serba cepat.

Dan hari ini semua perencanaan yang sudah aku persiapkan serta kerja keras selama beberapa bulan terakhir, akhirnya kelar juga. Memang karya ku tidak seindah karya ilmiah punya orang lain tetapi itu merupakan hasil karya ku sendiri dan ada campur tangan orang lain. Terima kasih pak pembimbing lapangan atas dukungan serta semangat yang diberikan dan begitu juga kepada ibu pembimbing laporan, yang telah rela meluangkan waktu tenaga dan pikirannya untuk pengarahan serta bimbingannya.

Meski perjuangan belum selesai tetapi penulis sendiri mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya atas apa yang telah beliau berikan untuk saya ini. Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dan selalu di berikan kesehatan untuk dapat menjadi yang lebih baik dikedepannya lagi. Hari ini rasa jenuh dan bosannya mondar mandir tak karuan, tidur tidak nyenyak dan makan tidak enak sudah sampai pada titik terangnya hingga hati menjadi senang dan sudah bisa greget lagi.

Alhamdulillah Ya Allah, Sungguh rencana Allah lebih indah. Allah pemilik hati, Allah lah yang dapat membolak balikan perasaan hati. Meskipun lelah tetapi harus dikejar semua, jika tidak maka banyak lagi yang akan tertinggal, jika memang aku tertinggal maka aku sendiri yang harus bergerak cepat, jika tidak malah makin jauh ketinggalan. Semoga saja semua ini tidak berkhir dengan begitu saja karena perjalanan dan perjuangan masih panjang. Semoga.

Thursday, 30 November 2017

Susunan Lapisan Matahari




Mahari terdiri dari gas yang berkepadatannya berbeda. Itulah sebabnya, matahari dapat digambarkan seperti berlapis-lapis, meskipun tidak mempunyai batas yang jelas. Lapisan matahari terdiri dari lapisan radiatif, fotosfer, kromosfer dan korona.

Lapisan radiatif berada di bagian dalam matahari, suhunya sekitar 15.000.000 °C. Dalam lapisan radiaktif terdapat inti matahari yang menjadi tempat berlangsungnya reaksi fusi. Inti matahari merupakan sebuah tengku nuklir yang sangat panas. Disana atom-atom kehilanham elektronnya sehingga yang tersisa hanyalah proton dan neutron. Aliran konveksi membawa hidrogen(bahan bakar matahari) menuju tungku dan mengeluarkan helium. Dengan demikian, bagian dalam matahari merupakan pusat timbulnya energi matahari.

Lapisan fotosfer adalah lapisan permukaan matahari yang bercahaya putih dan menyilaukan dengan suhu sekitar 6.000°C. Lapisan fotosfer merupakan bagian matahari yang dapat kita lihat. Lapisan itu merupakan bola cahaya yang disebut cakram matahari. Fotosfer merupakan lapisan dengan ketebalan sekitar 320 km.

Atmosfer matahari terdiri dari dua lapisan. Lapisan dalam disebut kromosfer dan lapisan luar disebut korona. Lapisan kromosfer menjulang sejauh 12.000 km di atas permukaan matahari. Sinar yang dipancarkannya berwarna merah lemah. Warna merah berasal dari gas hidrogen. Suhu dibagian bawah kromosfer kurang dari 5.000°C atau lebih rendah daripada suhu fotosfer.
Biasanya kita tidak dapat melihat kromosfer dan korona dari bumi karena terhalang oleh efek atmosfer bumi serta cahaya yang menyilaukan dari fotosfer. Kesempatan terbaik untuk melihat kromosfer ialah ketika terjadi gerhana matahari total. Ketika itu lapisan fotosfer yang menyilaukan mata tertutup oleh bulan. Kadang-kadang kromosfer juga tertutup oleh bulan sehingga yang tampak hanya korona.

Lapisan korona ialah lapisan atmosfer matahari bagian luar. Disebut korona karena terlihat jelas seperti mahkota pada saat terjadi gerhana matahari total. Korona membentuk lingkaran putih keabu-abuan yang indah yang mengelilingi matahari dan menyorotkan pita cahaya yang panjangnya berjuta-juta kilometer kearah ruang angkasa. Untuk mengamati korona, kita tidak perlu menunggu gerhana matahari. Kita bisa melihat korona melalui sebuah teleskop khusus yang disebut koronagraf. Alat ini dapat menghasilkan gerhana matahari buatan.

Aktivitas Matahari
Aktivitas yang terjadi pada matahari dapat berupa gumpalan fotosfer, noda matahari, flare, dan lidah api.

1. Gumpalan Fotosfer(granulasi fotosfer)
Gumpalam fotosfer merupakan semburan api yang menggumpal, kadang-sangat sangat besar dan bergelora sehingga terlihat dari bumi. Peristiwa ini mengakibatkan energi yang di terima bumi menjadi bertambah sehingga dapat menimbulkan gangguan cuaca.

Melalui teleskop, gumpalan fotosfer tampak seperti butiran-butiran padi yang caerah. Diameter sebuah butiran berukuran sekitar 1.600 km. Para ahli astronomi beranggapan bahwa gumpalan itu merupakan gumpalan gas yang berasal dari lapisan radiaktif. Oleh karena sangat panas, gumpalan ini bergerak secara hebat dan terus menerus ke fotosfer.

2. Noda Matahari (sunspot)
Noda matahari merupakan bintik-bintik gelap pada permukaan matahari. Bintik-bintik gelap ini sesungguhnya bagian fotosfer yang bersuhu rendah. Suhu bagian fotosfer bisa rendah karena energi yang di terima dari lapisan radiaktif terhambat. Energi yang di terima oleh bumi juga menjadi berkurang sehingga dapat mengakibatkan musim dingin yang luar biasa.

Luas noda matahari dapat melebihi luas permukaan bumi. Lebar suatu noda mungkin puluhan ribu kilometer dan dapat bertahan beberapa sampai beberapa bulan. Noda matahari timbul, kemudian menghilang dalam suatu daur tertentu yang disebut daur noda matahari. Lamanya rata-rata 11 tahun.

3. Flare (kantar)
Flare merupakan letupan cahaya terang berupa penyemburan partikel-partikel bermuatan listrik dari permukaan matahari. Aliran-aliran partikel, seperti proton dan elektron disebut angin matahari. Angin matahari dapat mengganggu komunikasi radio bumi.

Meskipun partikel disembur dengan begitu dahsyat, banyak diantara partikel-partikel yang tidak.mencapai bumi dan terperangkat di atmosfer bumi. Partikel-partikel yang terperangkat oleh medan magnet bumi menjadi bagian dari Sabuk Van Allen, yakni sabuk radiasi yang mengelilingi bumi.

Partikel-partikel yang bisa melewati medan magnet bumi menghasilkan cahaya terang benderang di sekitar kutub utara dan kutub selatan. Cahaya terang itu disebut aurora. Orang yang berada di daerah kutub dapat menyaksikan timbulnya bunga api listrik di atas kutub yang tampak sebagai pita berwarna merah, hijau, biru atau ungu. Terjadinya warna-warna itu karena partikel dari matahari bertabrakan dengan atom hidrogen dan atom nitrogen yang berada dilapisan atas atmosfer bumi. Pertikel dan sinar yang di timbulkan bunga api listrik dapat menghasilkan badai magnetik di bumi dan juga dapat mengganggu kompas, komunikasi, dan tranmisi tenaga listrik.

4. Lidah Api
Lidah api dari permukaan fotosfer kadang-kadang mengembang sangat terang dan tingginya dapat mencapai ribuan kilometer. Kegiatan yang terjadi di dalam kromosfer ini dikenal sebagai protuberans. Protuberans merupakan ledakan yang terjadi secara mendadak lalu segera lenyap. Bentuknya sangat bervariasi dan umumnya di pengaruhi oleh medan magnetik matahari.

Kromosfer juga dapat memperlihatkan pemancaran gas yang lebih kecil disebut spikula. Spikula terjadi karena gerakan cepat gas yang panas pada kromosfer. Gerakan gas dapat mencapai korona dan dapat berlangsung kira-kira 5 menjt. Gerakan gas ini tampak dalam kromosfer sebagai sel-sel kasar yang disebut supergranulasi.

Aktivitas terbesar pada permukaan matahari dinamakan prominensa, yaitu kemilau aliran hidrogen yang terpancar dari korona matahari. Prominesia, terbentuk bila gas berkondensi dalam korona, kemudian jatuh kembali ke permukaan matahari melalui kromosfer dan fotosfer. Prominensa dapat mencapai ketinggian ratusan ribu kilometer. Prominensa tampak dengan nyata pada saat gerhana matahari.

Bek Meukeulidoe Beutajaga Bahasa Droe


Bek Meukeulidoe Beutajaga Bahasa Droe

Bahasa adalah kemampuan manusia yang di pergunakan untuk bertutur dengan manusia lainnya dengan tanda. Misalnya dengan kata dan gerakan. Kajian ilmiah tentang bahasa di sebut linguistik. Suatu ucapan yang di ucapkan oleh seseorang yang mengidentikan tempat kelahiran ataupun daerah tanah kelahiran mereka sendiri.

Namun era jaman sekarang ini banyak kita lihat terutama daerah di Ibu Kota dimana kita sering menjumpai bahkan kita juga sering mendengar ucapan mereka dengan tutur bahasa yang sedikit berbeda. Seperti yang kita ketahui dimana Ibu Kota itu tempat berkumpulnya ramai orang disana. Baik mereka yang skedar tinggal karena menempuh Study, Kerja ataupun mereka yang hanya mencoba untuk mengadu nasib di Ibu Kota kita katakanlah seperti Banda Aceh misalnya. Beragam suku Aceh ada di ada disana dan berbagai Bahasa Aceh ada di pusat kota Negeri Serambi Mekkah itu, dengan bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan untuk sarana gaya berbahasanya yaitu bahasa kebanggaan kita.

Mereka yang datang ke Ibu Kota itu beragam kepentingan dan lagi yang datang itu dari semua kalangan baik itu kalangan atas dari daerah sana atau dari kalangan bawah sekalipun. Dan ada juga di antara mereka yang melanjutkan Study di Kota Madani ini dengan logat sedikit perbedaan dalam berbahasa Aceh. Sebenarnya Bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Aceh juga namun sedikit di modifikasi oleh mereka sendiri dan berbicaranya seakan mereka tidak bisa berbahasa aceh. Inilah yang sangat di sayangkan. Terutama di kalangan kaum perempuan-perempuan yang datang dari Aceh Wateuh baik yang dari Siblah deeh Gurutee ataupun yang datang dari Siblahdeh Saree. Sifat dan etika mereka agak sedikit lebih tinggi. Namun Masyarakat asli Banda Aceh sendiri sudah memaklumi dengan hal demikian dan mengerti dengan obsesi "Orang Kampung Datang Kota" wajar saja hal demikian mereka lakukan. Gaya bicaranya yang sedikit tiloe alang. Keunoeng han keunoeng, Pah Han Pah. Bukan itu saja tetapi bahasa indonesia yang mereka gunakan juga tidak sesuai dengan etika majas bahasa indonesia. Sebenarnya tidak ada salahnya dengan sikap bahasa mereka tetapi ini akan menjadi efek yang fatal di kemudian harinya. Yang perlu di perhatikan adalah majas bahasa yang tidak sesuai. 

Memang mungkin obsesi yang mereka lakukan hanya sebagai julukan untuk mendapatkan mudah berbahasa antara sesama. Memang pada kebiasaannya tepat dimana mereka tinggal misalnya di kawasan kos-kosan begitu.  Sudah tentu semua yang tinggal disana adalah merka para pendatang. Ketika yang datang lagi diantar mereka yang namanya anak baru tentu harus berintrofeksi lagi dengan keadaan dan menjadikan

Seiring dengan pertumbahan dan perkembangan era diserang ini bahkan kelakuannya semakin menjadi-jadi sehingga seakan tidak dapat di bendung lagi. Namun yang namanya manusia selalu mempunyai sifat materialisme yaitu kelakukan, tingkah laku, gaya serta tabiatnya yang semakin mencemooh dengan keberadaannya di Ibu Kota. 

Memang mungkin miris tapi itu sudah menjadi identik dengan mereka sendiri. Logat bahasa yang tidak sesuai dan budaya bahasa mereka yang tidak mereka jaga. " Adak caroeng laen bahasa, bahasa droe bek meukeulidoe. Adak jeut bahasa lua bahasa droe beutajaga.." begitulah ucapan yang pernah di ungkapkan oleh orang aceh zaman dulu dan pernah di populerkan lagi oleh pelantun seni aceh Media Hus AcehTV. Bahasa mu adalah identik dengan diri mu dan mencerminkan kepribadian mu serta sifat mu.

Thursday, 21 September 2017

Hakikat Kehidupan


Hakikat Kehidupan

Hidup merupakan suatu anugrah untuk mahluk yang bernyawa. Menjalani hari-hari penuh dengan kesibukan di hari-harinya. Misalkan saat kita menjalani sesuatu penuh dengan sungguh-sungguh dan seakan tiada lagi hari esok.  Namun semua itu akan sirna saat kita menyadari akan satu hal dengan tujuan dan arah Hakikat tentang kehidupan ini.

Sebagaimana yang di katakan misalnya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Namun sangat sedikit sekali yang menyadari tentang semua itu. Bagaiamana kita hidup setelah kematian itu datang dan bagaimana kita akan menajalani hidup setelah hidup di dunia ini.  Hidup di dunia ini bagaikan mimpi yang semakin hari kita akan semakin dekat dengan terbangunnya dan sadar dari alam mimpi itu.

Semua orang ingin menikmati hidup dengan penuh kebahagiaan dan menikmati hidup di usia tuanya. Banyak orang bahkan jutaan orang di luar sana yang tidak bisa menikmati hidupnya di masa tuanya bahkan tidak pernah merasakan hidup di usianya yang lanjut. Jutaan orang mati muda. Anak-anak bahkan orang setengah kehidupan sekalipun.

Hidup adalah untuk mati dan mati adalah awalnya mulai kehidupan yang sesungguhnya.

Maka dari itu hendaklah kehidupan singkat ini mempunyai arah dan tujuan hidup jika tidak itu sangat di sayangkan dengan keberadaan kehidupan ini. Terkadang kita sering menafsirkan memikirkan serta mencoba sendiri untuk mengentri sendiri kehidupan ini namun yang terjadi justru sebaliknya kenyataan tidak sesuai dengan keinginan dan membuat diri kita seakan berputus asa. Yang demikian itu tidaklah harus terjadi pada diri kita karena keputus asaan bukalan jalan yang terbaik melainkan keputusaan menjadikan diri sebagai sahabatnya syaitan.

Seperti halnya dengan keberadaan gelap, gelap itu sebenarnya tidak ada melainkan hanya ketiaan cahaya menjadikan suatu sesuatu keadaan menjadi gelap. Sama hal nya dengan cerita kehidupan manusia. Karena tidak menghadirkan sang pencipta di hatinya maka terjadilah kegelapan dalam dirinya.


Tuesday, 19 September 2017

Penghancuran Kebudayaan Secara Bertahap" Prakata Penulis


Penghancuran Kebudayaan Secara Bertahap" Prakata Penulis

Syukur Alhamdulillah, pada akhirnya buku ini hadir juga ke tangan pembaca. awalnya materi-materi yang terhidang disini adalah tilisan-tulisan dan makalah-makalah penulis terserak beberapa kesempatan. sebagiannya merupakan artikel yang di tulis untuk beberapa jurnal yang ada di Aceh, Medan dan Bandung. Yang lain berasal dari makalah-makalah pada beberapa seminar, baik di dalam maupun di luar negeri. ini yang kemudian di himpun dan direkat dalam sebuah tajuk:"Revitalitas Syari'at Islam di Aceh; Problem, Solusi dan Implementasi.

Rasanya hamper semua orang tahu apa yang telah terjadi di Aceh pada tahun-tahun belakangan ini, bahkan jauh lebih lama sebelumnya. Konflik dan pertentangan yang berlarut-larut, seakan tak putus-putusnya terjadi sana yang di susul oleh tragedi demi tragedi. Sejak kemerrdekaan tahun 1945, seperti dielaborasi Nazaruddin Syamsudin dalam “Kata Pengantarnya” (lihat A.rani Usman, Sejarah Peradaban Aceh, Yayasan Obor Indonesia,Jakarta,2003,Hal xix) yang mencatat tujuh tahap perkembangan peradaban Aceh yang mengarah pada “ Pengahancuran kebudayaan”. Setelah merebutkan dan mempertahankan kemerdekaan RI yang di jalani secara monumental oleh masyarakat Aceh tahun 1945, segera disusul oleh perang Cambok tahun 1946 tatkala konflik fisik dan revolusi social berlangsung antara kaum uleebalang dan ulama. Disusul kemudian dengan peristiwa DI/TII sejak tahun 1953 sampai awal tahun 1960. Kemudian terjadi pemberontakan PKI dalam Gerakan 30 September 1965. Demikianlah empat tahap pertama. Tiga tahap selanjutnya justru terjadi pada masa orde baru. 

Mengenai hal ini baiklah dikutip saja disini apa yang dilukiskan Nazaruddin :
“ Penghancuran peradaban Aceh berlangsung secara bertubi-tubi dalam dua puluh tahun terakhir ini dan dengan dampak pelanggaran hak asasi manusia dalam sekala yang luar biasa. Hal ini diawali oleh lahirnya GAM yang membawa akibat terjadinya penghancuran peradaban yang ketujuh. Ini diikuti oleh penghancuran peradaban kedelapan yang di picu oleh pemberlakuan kebijakan Operasi Militer (DOM), yakni sebagai tanggapan keras pemerintah pusat atas aksi GAM. Masih dalam rangkaian ini terjadi proses penghancuran peradaban yang kesembilan, yaitu setelah berakhirnya pemberlakuan DOM. Proses yang terakhir ini antara lain ditandai oleh terjadinya pembunuhan-pembunuhan terhadap kaum intelektual, politisi dan para ulama Aceh”.

Seandainya tulisan Nazaruddin Syamsudin tersebut di terbitkan beberapa bulan kemudian(masih dalam tahun 2003), ia pasti akan memasukan lagi tahap “penghancuran kebudayaan” paling akhir di Aceh, yaitu penetapan keadaan Darurat Militer di Aceh sejak 19 Mei 2003.

Dengan istilah “Pengahancuran Kebudayaan” terkesan ada subjek atau actor dari luar saja yang aktif, tapi pasti, masyarakat Aceh sendiri harus melakukan intropeksi atas ketahanan dirinya selama ini. Perbaikan nasib tidak mungin hanya diharapkan dari belas kasihan orang luar, kita sendiri harus bekerja keras memperbaiki diri. Harus di akui berbagai iktiar telah di lakukan untuk mencoba menyelesaikan permasalahan yang berlarut-larut itu. Upaya paling akhir yang di lakukan pemerintah pusat adalah menawarkan otonomi khusus untuk wilayah Aceh melalui UU. 44/Tahun 1999 tentang keistimewaan Aceh dan UU.18/Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Tentu saja ada beberapa konsesi yang signfikan terhadap masyarakat Aceh disini. Salah satunya adalah peluang untuk melaksanakan Syari’at Islam di Aceh meskipun tetap dalam bingkai hukum nasional Indonesia.

Peluang ini telah dicoba aktualisasikan oleh masyarakat aceh melalui Pemda dan DPRDnya. Pemerintah daerah melalui Gubernur dalam sebuah upacara yang meriah di lapangan Blang Padang Banda Aceh telah mendeklarasikan pemberlakuan syari’at islam secara kaffah di Aceh juga telah membentuk Dinas Syari’at Islam pada tingkat Provinsi yang diikuti oleh kabupaten-kabupaten nantinya. DPRD Aceh telah pula mengeluarkan perda dan beberapa Qanun sebagai landasan hukum pelaksanaannya. Makamah agungpun ikut ambil peran dengan membentuk Makamah Syar’iah di Aceh pada tanggal 1 Muharram 1424 yang lalu sebagai ganti pengadilan agama.

Akan tetapi solusi yang di tawarkan melalui upaya Revitalisasi Syari’at Islam di Aceh ini, seperti yang di formulasikan menjadi judul buku ini di samping menguat sejumlah peluang, juga sesungguhnya mengandung problema tersendiri secara teknis, yuridis maupun aplikasinya di lapangan. Inilah yang hendaak di kaji oleh buku ini dengan harapan dapat memberikan setitik sumbangan bagi upaya mencari harmonisasi peran dari berbagai kontradisasi dan kontroversi yang terjadi di Aceh selama ini. Khususnya dalam upaya memberi tempat sepatutnya bagi pengembangan syari’at islam dalam hukum Nasional Indonesia.

Seperti telah di singgung di atas bahwa wacana penerapan syari’at islam di Provinsi Daerah Istimewa Aceh memuncak tiga tahun terakhir ini, terutama sejak adanya UU RI No.44 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan UU RI No.18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh (DISTA). Kemudian di susul dengan Qanun Provinsi DISTA No.10 Tahun 2002 tentang peradilan Makamah Syari’ah dan Qanun provinsi DISTA. No. 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan Syari’at Islam bidang “Aqidah,Ibadah, dan Syi’ar Islam. Bahkan, wacana tersebut masih berlangsung sampai sekarang dalam berbagai forum seminar, diskusi, atau symposium baik yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah daerah, Akademikus Kampus maupun lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Fonomena ini menunjukan beberapa amino masyarakat menginginkan Syari’at islam terus “membumi” di Tanah Rencong itu Negeri Serambi Mekkah.

Adanya undang-undang dan Qanun tersebut bukanlah satu-satu alasan merebaknya wacana dan perbincangan tentang syari’at islam di kalangan masyarakat Aceh, tetapi secara historis memang di daerah yang di kenal dengan “Serambi Mekkah” itu kehidupan beragama dan nuansa Islami sudah begitu kental dan mengakar. Maka tidak heran jika undang-undang dan qanun tersebut di sambut dengan penuh antusias oleh masyarakat setempat. Oleh sebab itu gagasan tentang pola atau format aplikasi syari’at islam bermunculan. Tentu saja gagasan ini tidak hanya terfokus pada upaya memahami kembali hakikat syari’at islam melainkan juga mencoba menemukan format penerapannyan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Menurut pengamatan penulis, dalam tiga tahun terkhir ini, ternyata tidak mudah menemukan format implementasi syari’at islam yang aplikatis meskipun sebagian ajaran islam itu sudah sudah di amalkan dalam kehidupan keseharian. Karena, yang menjadi masalah bukan pembahasan pelaksanaan syari’at islam dari aspek ubudiyah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji dan munakahat saja. Tetapi lebih dari itu. Yakni bagaiaman ajaran islam yang universal dan holistik itu di aplikasikan dalam kehidupan masyarakat yang mejemuk dan haterogen dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia(NKRI).

Menyikapi poblema di atas, maka perlu adanya upaya-upaya realisasi gagasan penerapan syari’at Islam dalam kehidupan nyata sehingga semangat pelaksanaan syariat islam itu tidak hanya tertulis dalam undang-undang atau hanya menjadi dokumen yang pasif, tetap di cari solusi dan implementasinya. Diskursus mengenai system pelaksanaan syariat islam harus terus bergulir sampai melahirkan sebuah format yang aplikatif. Format ini kemudian dapat dijadikan sebagai refernsi oleh masyarakat Aceh khususnya, dan masyarakat di daerah-daerah lain pada umumnya, yang memiliki keinginan yang sama untuk menegakan syariat islam secara paripurna dalam kehidupan mereka. Sudah barang tentu Provinsi Daerah Istimewa Aceh akan menjadi contoh atau model bagi daerah-daerah lain dalam pelaksanaan syariat islam. Jika Aceh sukses dalam dalam membuat format syariat islam ini, maka daerah-daerah lainpun akan bahagia,  dan secara gradual hukum Allah akan “membumi” di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Mengingat cakupan pembahasan syariat islam yang sangat luas, maka dapat di duga bahwa apa yang di sajikan dalam tulisan ini adalah hanya dari beberapa aspek saja. Lebih-lebih lagi jika syariat islam di terapkan dalam system hukum nasional. Berbicara tentang penerapan syariat islam ini memelurkan waktu dan perhatian yang serius dari para pakar dan ahli. Penulis menyadari bahwa tulisan ini tidak menjawab semua persoalan yang di singgung di atas, tetapi percikan perkiraan yang terkandung didalamnya merupakan pertisipasi penulis atau ikut urun rembug dalam mencari solusi dan memberikan kontribusi dalam upaya implementasi syariat islam di Aceh Istimewa.

Source : Daerah Istimewa Aceh, Juli 2003
Prof.Dr. H. Rusjdi Ali Muhammad, SH.,MA
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com
loading...
loading...

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com | BTheme.net