Friday, 25 March 2016

Lagenda Cerita Bak Tuwi

Cerita Rakyat
Lagenda Cerita Bak Tuwi


Pada zaman dahulu kehidupan masyarakat masih sangat kental dengan budaya dan adat istiadat dan juga kepercayaan agama sangat kuat yang di anut oleh masyarakat setempat yang mereka percayakan secara turun temurun serta warisan budaya dari leluhur mereka. Hal demikian itu tidak lepas dari sokongan dari kepala sang penghulu dari etnis mereka yang mana menganggap sesuatu itu memang benar-benar ada dan mereka sendiri tidak berani untuk melanggar suatu aturan yang mereka anggap itu adalah keramat.

Dulu disebuah gampoeng (desa) pedalaman yang bernama Ateuh Lueng Ie. Di gampoeng ini terdapat sebuah sungai mungil yang membelah gampoeng menjadi dua. Di sungai ini juga masyarakat setempat menjadi sebagai sarana tempat pemandian, mencuci dan juga mencari ikan. Kehidupan masyarakat di gampoeng ini merupakan keseluruhnya adalah petani dan tukang kebun. Ada juga diantara mereka yang memilih untuk peternak lembu, kerbau sebagai alat pembantu mereka untuk membajak sawah saat musim terun sawah di mulai.

Kehidupan digampoeng ini seakan kecukupan semua, dari hamparan sawah, kebun yang hijau, batang pohon yang besar-besar dan udara yang sejuk menjadikan gampoeng Ateuh Lueng ini semakin nikmati oleh setiap panduduknya bahkan musafir yang sekedar lewat.

Kegiatan malam juga di hidupkan dengan syiar dan syair islam seperti melakukan taalim pengajian, anak-anak gampoeng yang sedang belajar agama dan juga bimbingan untuk warga juga diadakan dimana tempat ibadat mereka.

Di gampoeng ini pula ketika mengadakan suatu acara misalnya seperti ta'arufan atau melangsungkan pernikahan maka sudah pastinya dilakan secara adat budaya dan juga islami.
To Be Countineu

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com
loading...

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com | BTheme.net