Saturday, 16 April 2016

Jangan Menikah Dengan Mereka Yang Pernah Pacaran


Jangan Menikah Dengan Mereka Yang Pernah Pacaran

Di era sekarang ini mungkin sebagian besar tabiat manusia sudah berubah. Pola pikir dan sudut pandang mereka juga sudah berubah. Berpacaran mungkin sudah menjadi hal yang lumrah di lakukan oleh kaula muda-mudi sekarang ini bahkan hingga ke orang tua yang masih mendambakan hal-hal ini.


Seiring dengan berkembangnya zaman manusia semakin menjadi-jadi. Terutama di era sekarang ini yang mengatakan setiap orang itu harus ada pasangan atau pacar. Kebebasan yang di anut oleh masyarakat terutama kaula muda-mudi yang selalu mengagungkan era pergaulan yang memilih cara sendirinya untuk berpacaran. Jika tidak punya pacar maka akan di katakan single and jomblo atau rujukan kata pesimis lainnya untuk mereka seperti kata kolot.



Pacaran itu sebenarnya adalah jalan akses utama untuk menuju ke dalam zina. Di dalam islam sangat melarang pacaran bahkan ulama pernah memfatwakannya lagi untuk mengatakan larangan tersebut. Saya rasa semua orang muslim mengetahuinya tentang larangan tersebut.
Menikah dengan orang yang pernah pacaran tentunya akan timbul suatu hastrat dalam hati mengatakan "mantan ku dulu ". Jika hal ini terjadi tentu akan menjadi suatu yang tidak harmonis baik itu untuk suami ataupun istri. Bahkan yang sangat di sayangkan lagi ketika sang suami bekerja dan berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup yang juga belum merasa cukup bagi istrinya. Bahkan istrinya selalu membanding-bandingkan. " Jika aku menikah dengan dia dulu tentu tidak seperti ini". Bahkan sang suami mungkin akan lepas ketika dia tidak lagi bersama istrinya. Karena terkujur akan gangguan godaan yang lain.

Jika sudah sampai pada tahap ini mungkin sudah tidak ada keharmonisan lagi. Mungkin pertengkarang praduga tidak baik akan selalu ada antara pasangan seperti ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang harus di tanyakan saat sebuah hubungan rumah tangga di dirikan karena faktor pacaran tadi. Sampai-sampai siapa yang penah menyentuhnya apalagi sampai menanyakan tentang keperawanan sang istri. Itu sudah tidak ada keindahan lagi dalam berumah tangga. Jalan yang di tempuh adalah perpisahan ataupun perceraian.

Memang setiap dari kita baik itu laki-laki ataupun perempuan tentu menginginkan pasangan yang baik bahkan seorang yang belum pernah di lihat ataupun di sentuh orang. Tapi bukankah orang yang baik itu di takdirkan untuk orang baik juga dan juga sebaliknya. Dengan kata lain bisa kita katakan " Menjaga diri untuk selalu baik dengan cara tidak langsung kita telah menjaga pasangan kita masing-masing " Semoga.

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com
loading...

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com | BTheme.net