Friday, 1 July 2016

Keutamaan Puasa & Keistimewaan Bismillah


Keutamaan Puasa & Keistimewaan Bismillah

Di kisahkan bahwa Sufyan Ats-Tsauri radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku telah tinggal di Mekkah selama 30 tahun. Ada salah seorang laki-laki dari penduduk Mekkah yang setiap harinya selalu datang ke Mesjid pada tengah hari. Lalu di thawaf dan Shalat dua rakaat. Setelah itu dia memberikan salam kepada ku dan pulang kerumahnya. Maka tumbuhlah rasa kasih sayang ku padanya dan aku senantiasa mengunjunginya. Suatu ketika, dia jatuh sakit dan memanggilku lalu berkata, "Jika aku mati, ku harap kau sendiri yang memandikan ku, menshalatiku, menguburkan ku dan malam harinya jangan kau tinggalkan ku sendirian di dalam kubur. Kemudian berikanlah aku tuntunan tauhid untuk menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir. Lalu kuemban amanat itu.

Pada saat dia meninggal, semua amanat itu aku laksanakan dan kutemani dia semalam di samping kuburnya. Ketika aku berada pada kondisi diantara tidur dan terjaga, aku mendengarkan suara diatas ku berseru, "Wahai Sufyan! Dia tidak membutuhkan penjagaan mu, tuntunan mu, dan juga tidak butuh untuk di temani oleh mu. Karena, Aku telah menemani dan menuntunnya." Lalu aku berkata, "Apa yang menyebabkan ini semua." Dia menjawab,"Hal ini di sebabkan oleh puasa Ramadhan yang di jalaninya dan di teruskan dengan puasa enam hari di bulan syawwal."

Lalu aku terjaga, tetapi tidak ada siapun disana. Kemudian aku berwudhuk dan Shalat sehingga aku memimpikan hal yang serupa sampai tiga kali. Baru aku tahu jika mimpi itu berasal dari Allah SWT bukan dari syaithan. Maka ku tinggalkan kuburannya dan berdoa,"Ya Allah! Dengan karunia dan kemuliaan-Mu, berikanlah aku kekuatan untuk dapat menjalankan puasa seperti itu."*

Murah Hati, Pemaaf dan Berilmu

Di kisahkan pada suatu hari bahwa Raja Bahram Juur keluar untuk berburu. Ia menemukan seekor keledai liar. Sang raja mengikuti keledai tersebut hingga ia terpisah dari kawalan prajuritnya. Keledai itu berhasil di tangkap dan ia pun turun dari kuda untuk menyembelihnya. 

Kemudian ia melihat seorang pengembala datang dari sahara lalu ia berkata padanya, "Wahai pengembala! Peganglah kuda ku, aku akan menyembelih keledai ini."Saat ia menoleh, ia melihat pengembala itu sedang mengambil permata pada sabuk kudanya. 

Raja berpaling darinya sampai ia mengambil mutiara tersebut dan berkata, "Sesungguhnya melihat sesuatu aib adalah termasuk aib." Kemudian ia menaiki kudanya, lalu menemui prajuritnya. Seorang mentri bertanya kepadanya, "Wahai paduka yang mulia! Dimanakah permata yang menempel di sabuk kuda mu?" ia tersenyum lalu berkata, "Permata itu di ambil oleh seserang yang tidak akan mengembalikannya, tetapi Allah SWT melihatnya. Oleh karena itu siapapun diantara kalian yang melihat permata itu pada seseorang, maka janganlah menangkapnya".*

Melaksanakan Hak Ibadah

Di kisahkan, pada suatu hari ada seorang laki-laki yang sedang melaksanakan shalat. Ketika ia membaca sampai ayat "Iyyaka na'budu", terbentik di hatinya bahwa ia adalah seorang hamba yang sejati. Kemudian ada yang seru di hatinya, "Pembohong!! Sesungguhnya kau menyembah mahluk" Lalu dia bertobat dan mengasingkan diri dari manusia.

Ia kembali melaksanakan shalat. Takala sampai pada ayat "Iyyaaka na'budu", kembali ada yang berseru, "Pembohong! Sesungguhnya kau menyembah istri mu." Maka di ceraikanlah istrinya dan ia kembali melaksanakan shalat. Setelah ia sampai pada ayat "Iyyaaka na'budu", lagi-lagi ada yang berseru, Pembohong! Sesungguhnya kau menyembah harta mu." Lalu di sedekahlah seluruh hartanya kecuali apa yang melekat di tubunya. 

Pada saat ia melaksanakan shalat dan sampai pada ayat yang sama, akhirnya ada berseru padanya, "Engkau adalah orang yang benar dan termasuk ahli ibadah yang sejati." *****


Keistimewaan Bismillah

Keistimewaan Bismillah

Di kisah ada seorang wanita yang mempunyai suami yang munafik. Wanita tersebut senantiasa mengucapkan bismillah dalam setiap ucapan dan perbuatannya. Kemudian suaminya berkata " aku akan melakukan sesuatu yang membuat dia malu" kemudian dia menitipkan bungkusan kepada istrinya dan berkata, "jagalah barang ini" lalu si istri menyimpannya di suatu tempat, ketika istrinya lelap tertidur, suami memanfaatkan kelengahan istrinya itu untuk mengambil bungkusan tersebut dan membuangnya ke dalam sebuah sumur dekat rumahnya.

Kemudian ia meminta bungkusan yang tadi dititipkan kepada istrinya. Maka istrinyapun langsung melangkah menuju tempat dimana ia menyimpannya sambil mengucapkan "Bismillah" pada saat itu Allah SWT memerintah malaikat jibril untuk segera turun dan mengembalikan bungkusan yang telah di buang ke tempat semula. Ketika istri hendak meraihnya, ia mendapatkan bungkusan tersebut dalam kondisi yang sama ketika ia menyimpannya. Maka suaminya terheran-heran dan akhirnya ia bertaubat kepada Allah SWT.

Keistimewaan Shalat Malam

Dikisahkan ada seorang laki-laki yang beru saja membeli seorang budak. Budak tersebut berkata kepadanya " Wahai tuan ku! Aku meminta tiga persyaratan dari Anda. Yang pertama jangan mencegahku untuk melaksanakan shalat jika sudah waktunya tiba. Kedua, Anda dapat hanya menjadikan aku sebagai seorang budak hanya pada siang hari dan jangan memerintahku pada malam hari. Ketiga, berilah aku sebuah rumah yang tidak boleh dimasuki kecuali oleh diri mu sendiri." Tuannya menjawab akau penuhi permintaan mu, lihatlah rumah-rumah ini." kemudian budak tersebut berkeliling untuk memilih rumah yang di berikan tuannya. Kemudia ia menemukan rumah yang sudah hampir roboh dan memilihnya.

Mengapa kau memilih rumah yang sudah reot ini ?" Tanya tuannya. Budak itu menjawab " Wahai tuanku! Apakah Anda belum mengetahui bahwa rumah yang telah reot akan menjadi sebuah taman yang ramai di sisi Allah SWT.

Maka tinggalah budak tersebut disana pada malam hari. Pada suatu malam, tuan mengadakan perjamuan untuk minum-minum dan bersenang-senang. Menjelang tengah malam ketika teman-temannya sudah pergi, ia berkeliling sekitar rumaj. Tiba-tiba matanya melihat sebuah lampu besar dari cahaya yang tergantung di langit di atas rumah budaknya. Pada saat itu, budak tersebut searaya berdoa " Ya Allah! Aku telah mempunyai kewajiban untuk mengabdi kepada tuan ku di siang hari. Seandainya tidak demikian, niscaya aku tidak akan menyembunyikan diri ku ini kecuali hanya untuk mengabdi kepada-Mu siang dan malam. Maka maafkanlah aku."

Tuannya terus memperhatikan apa yang sedang terjadi sampai terbit fajar. Kemudian lampu tersebut naik dan atap rumah kembali rapat. Ia pun pulang terus menceritakan apa yang telah di lihatnya kepada istrinya. Pada malam berikutnya mereka berdua mendatangi rumah budak tersebut dan melihat peristiwa yang sama. 

Kemudian mereka memanggilnya dan berkata, "Kau aku bebaskan karena Allah SWT agar engkau dapat mengabdi kepada-NYA." Kemudian mereka berdua menceritakan segala sesuatu yang telah di lihatnya berupa keistimewaan yang telah di berikan oleh Allah SWT kepadanya. Ketika mendengar penuturan dari keduanya itu, lalu ia mengangkat kedua tangan, " Ya Tuhan ku! Aku telah meminta kepada-Mu agar tidak membuka rahasia ku dan tidak menampakan keadaan ku. Maka jika sekarang engkau telah membuka maka cabutlah nyawa ku menuju kehadapan-Mu. Seketika itu juga ia tersungkur dan meninggal. Semoga Allah SWT menyayanginya.*

Sumber : Buku Kisah Orang Shaleh & Thaleh

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com
loading...
loading...

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com | BTheme.net