Friday, 12 August 2016

Ibadahnya Orang-Orang Shalih & Indahnya Beristiqamah


Ibadahnya Orang-Orang Shalih & Indahnya Beristiqamah

Di kisah bahwa 'Isham bin Yusuf mendatangi majelis milik Hatim Al Asham. 'Isham berkata dengan maksud untuk menyanggahnya, " Wahai Abu Abdurrahman! Bagaimanakah cara shalat mu?" Hatim menoleh kepadanya dan menjawab, " Jika telah tiba waktunya shalat, aku langsung berwudhu lahir dan batin." Lalu 'Ihsam kembali bertanya, "Bagaimanakah wudhu lahir dan batin itu?" Dijawab oleh Hatim, "Adapun wudhuk secara lahir adalah membasuh anggota wudhu dengan air, sedangkan wudhuk secara batin adalah membasuh anggota wudhuk dengan tujuh hal; yaitu taubat, penyesalan, meninggalkan kecintaan kepada dunia, tidak mencari pujian dari mahluk, tidak sombong, tidak dengki dan tidak hasud. Kemudian aku pergi menuju mesjid dan aku bentangkan anggota badanku seraya menatap Ka'bah. Aku berdiri antara keinginan dan kewaspadaanku bahwa Allah SWT mengawasi ku. Dan aku seakan-akan meletakan kedua telapak kakiku di atas ash-shirath dan aku menggap bahwa ini adalah shalat ku yang terakhir. Kemudian aku mengucapkan niat serta bertakbir dengan ihsan, aku baca surat dengan tafakur, ruku' dengan tawadhu, sujud dengan sikap rendah diri, tasyahhud dengan harapan dan mengucapkan salam dengan ikhlash. Aku telah menjalani shalat seperti ini selama 30 tahun."
Lalu 'Ihsham berkata," ini adalah sesuatu yang tidak dapat di lakukan kecuali oleh engkau." Setelah itu ia menangis terisak.*

Indahnya Beristiqamah

Di kisahkan bahwa ada seorang raja yang menguasai sebuah kerajaan tetapi tidak pernah mendapatkan kenikmatan apapun. Dia bertanya kepada mentrinya, " Apakah pertama kali dilakukan orang-orang yang sama seperto diriku?" Mereka menjawab, " Mereka akan meminta nasehat."
"Lalu siapakah yang dapat memberikan nasehat kepada ku"? Tanyanya lagi.
Dijawab oleh mereka, "Orang yang dapat memberi nasehat kepada mu adalah ulama."

Kemudian ia memanggil ulama-ulama dan orang-orang shalih di negerinya dan ia berkata kepada mereka,"Duduklah disisi ku! Jika kalian melihat sesuatu kebaikan dariku, maka perintahlah untuk melakukannya. Dan jika kalian melihat sesuatu maksiat pada ku diri ku, maka cegahlah aku" Kemudian mereka melaksanakan perintah tersebut selama 400 tahun.
Pada suatu hari, Iblis la'natullah (Iblis yang dilaknat oleh Allah-red) datang menemuinya, dan raja bertanya kepadanya,"Siapakah engkau ??"
Ia menjawab,"Aku Iblis, dan siapa diri mu?"
Raja menjawab, "Aku adalah seorang laki-laki dari keturunan Adam."
Lalu Iblis berkata kepadanya, "Jika engkau adalah keturunan Adam, niscaya kau akan mati sebagaimana keturunan Adam yang lain. Engkau tidak lain adalah Tuhan, maka perintahlah manusia untuk menyembah mu."

Kemudian ia termakan rayuan iblis lalu naik ke atas mimbar dan berkata,"Wahai manusia! Sesungguhnya aku telah lama menyembunyikan sebuah perkara dan kini saatnya aku katakan. Kalian tahu bahwa aku telah menjadi raja kalian selama 400 tahun. Jika aku adalah keturunan Adam, niscaya aku telah mati sebagaimana keturunan Adam yang lain. Oleh karena itu, aku tidak lain adalah Tuhan, maka sembahlah aku."
Kemudian Allah SWT memberikan wahyu kepada seorang nabi di zamannya yang berisi, "Beritahu kepadanya bahwa aku telah meneguhkannya sebagai raja sebagaimana mestinya. Dan ketika dia ia telah mengingkari-ku, maka demi kemuliaan dan keagungan-Ku, aku akan memerintahkan Bukhtanashar untuk mengalahkannya."
Kemudian Bukhtanashar mengalahkannya dan memenggal kepalanya serta memenuhi 70 perahunya dengan emas. Wallaahu a'lam.*
Sumber : Buku Kisah Orang Shaleh dan Thaleh.

Peringatan Bagi Orang Yang Lalai

Suatu ketika diceritakan dalam kitab Tanbihul Ghafilin (Peringatan bagi orang orang yang lalai). Ketika seorang pemuda dihadapkan ke depan mahkamah Allah SWT, Allah SWT bertanya kepada pemuda tersebut,  "Wahai fulan bin fulin!! Apakah amalan yg kamu kerjakan ketika di dalam dunia?"
Pemuda tersebut menjawab dengan rasa gemetar!
"Tidak ya Allah !!
Kemudian Allah bertanya, "Apakah engkau memiliki ilmu?"
Pemuda tersebut menjawab,"Tidak ya Allah !!" "Saya tidak memperdulikan ilmu ketika di dunia !!" 
Kemudian Allah bertanya, "Apakah engkau mencintai ilmu?" Pemuda tersebut juga menjawab "Tidak!!"
"Apakah engkau mencintai orang yg berilmu? Pemuda tersebut juga menjawab Tidak!"
"Apakah engkau mencintai orang yg orang tersebut mencintai ilmu?" Hingga seterusnya pemuda tersebut juga menjawab "Tidak!"

Kemudian Allah SWT bertanya kepada pemuda tersebut? "Apakah engkau pernah duduk bersama orang yg orang tersebut mencinta orang yg berilmu?"  Maka Pemuda tersebut menjawab! "Pernah Ya Allah!!" Maka Allah SWT berkata kepada malaikat Jibril !!
"Jibril!!" Masukanlah dia ke Syurga ku" Karna dia bersama orang yg orang tersebut memuliakan ilmu."

Itulah Sejatinya Ulama !!
Bersama Abuya Syaikh Haji Amran Waly Al-Khalidi, Pimpinan Majlis Pengkajian Tauhid Tasawwuf se-Asia Tenggara anak dari pada Abuya Muhammad Waly Al-khalidi Dayah Darussalam Blang Poroh Labuhan Haji Aceh Selatan.*

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com
loading...
loading...

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com | BTheme.net