Wednesday, 24 August 2016

Tradisi Aneh Mencabut Keperawanan

Ilustrasi images

Masih ingat bagaimana malam pertama Anda Ladies? Tradisi Indonesia, sepertinya kita sudah mengenalnya dengan baik, yang mengharuskan adanya "Noda Merah" pada ranjang pengantin selepas malam pertama walaupun itu tidak harus. Namun tahukah anda ternyata pada beberapa kebudayaan yang lebih tua, ada tradisi untuk “mencabut” keperawanan sebelum menikah !! Dan tentunya menurut kita itu sangat aneh tapi tidak bagi mereka. Karena kebudayaan yang telah di wariskan secara turun-menurun yang berabad-abad lalu oleh nenek moyang mereka sendiri. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah essay karangan Jorg Wettlaufer yang dipubikasikan dalam buku karangannya, ada bentuk ritual pemutusan atau pemecahan selaput dara seorang gadis sebelum ia menikah. Ritual ini tersebar di berbagai belahan Eropa, India, hingga Afrika Selatan. Yang menyatakan bahwa keperawanan bukanlah hak sang pengantin pria. Dan kepercayaan ini masih berlangsung hingga sekarang.

Seorang gadis memang tetap harus menjaga baik-baik keperawanannya, namun bukan untuk “dipecahkan” oleh sang suaminya pada malam pertama, melainkan oleh pihak yang di tuakan dari suku mereka. Pihak yang berwenang yang melakukan ritual ini biasanya adalah kepala suku, pendeta, dukun, bahkan seorang asing, yang bertugas untuk "membuka" sang mempelai putri sebelum hubungan seksual pertamanya dengan mempelai pria sang suaminya sendiri. Ritual upacara ini biasanya bermacam-macam, sesuai dengan daerahya masing-masing. Namun, pada umumnya, upacara pemutusan selaput dara ini dihubungkan dengan berbagai hal-hal gaib seperti persembahan pada dewi pernikahan, dewi kesuburan, perlindungan bagi keselamatan suku, dan hal lain mereka percayai untuk keberuntungan sebuah pasangan dan lain-lainnya.

Selain dari pada itu masyarakat kuno ini juga rata-rata mempunyai ketakutan tersendiri pada darah dari sobeknya selaput dara tersebut. Bahkan mereka sendiri mempercayai bahwa selaput itu berbahaya, beracun, mengandung sihir, kotor, kesialan dan hal tidak baik lainnya. Sehingga organ intim wanita itu dinyatakan “aman” untuk dimasuki pasangannya ketika selaput tersebut sudah hilang.

Sumber :www.vamale.com

1 comment:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com
loading...
loading...

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com | BTheme.net